Sabtu, 01 Desember 2012

Materi Bahasa Indonesia Kelas XII SMK




RANGKUMAN MATERI BAHASA INDONESIA KELAS XII

SMK BINA NUSANTARA UNGARAN







Rangkuman maateri bahasa Indonesia untuk kelas XII

Hakikat apresiasi adalah suatu langkah untuk mengenal,memahami dan

menghayati suatu

karya yang berakhir

dengan timbulnya pencelupan atau rasa menikmati

karya tersebut.

Proses Apresiasi :

1)Upaya mengeksplorasi jiwa pengarang ke dalam bentuk bahasa yang

akan disampaikan

kepada orang lain.

2)Upaya menjadikan sastra media komunikasi antara atau pencipta dan

peminat sastra

3)Upaya menjadikan sastra sebagai alat penghibur dalam arti pemuas

hati peminat sastra

4)Upaya menjadikan isi karya sastra sebagai bentuk ekspresi pengarang

atau sastrawan.

Untuk mengapresiasi karya sastra atau teks sastra perlu dilakukan

aktivitas sebagai berikut:

1) Mendengarkan /menyimak

2) Membaca

3) Menonton

4) Mempelajari bagian-bagiannya

5) Menceritakan kembali

6) Mengomentari

7) Meresensi

8) Membut parafrase

9) Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan karya sastra

10) Merasakan seperti ; mendeklamasikan ( untuk puisi) atau

melakonkan (untuk drama)

11) Membuat sinopsis cerita dan sebagainya.

Jenis Apresiasi :

1) Memberikan penilaian dan penghargaan yang positif bagi semua karya sastra.

2) Memberikan penjelasan secara objektif dan mempertanggungjawabkan

sikap kepada orang lain.

3) Menarik pikiran dan perasaan atau jiwa seninya.

4) Merespons karya dengan bentuk sikap atau apresiatif kinetic dan

sikap tindakan atau apresiatif bersifat verbalitas.

Apresiasi bersifat kinetik : sikap memberikan minat pada sebuah karya

sastra lalu




berlanjut keseriusan untuk melakukan langkah-langkah




apresiatif secara aktif.

Apresiasi bersifat verbal : pemberian penafsiran, penilaian dan penghargaan yang

berbentuk

penjelasan, tanggapan, komentar, kritik, dan saran

serta

pujian baik lisaan maupun tulisan.

Hirarki keseusasatraan Indonesia :

1) Prosa

2) Puisi

3) Drama

4) Film

5) Cabaret







1.













2.

Tema Utama dalam karya sastra Indonesia:

1) Percintaan

2) Sosial

3) Budaya

4) Politik

5) Religiusitas

Unsur ekstrinsik dan intrinsik karya sastra

1)Unsur Intrinsik ( unsur yang berasal dari luar karya sastra)

a. Faktor Sejarah : faktor aktual yang terjadi pada masa lampau

sebagai bukti kepada generasi penerus untuk mengenang peristiwa yang

benar-benar terjadi dengan tujuan membangkitkan minat pembaca agar

suatu kejadian menimbulkan suatu pernyataan dan keinginan membaca

hasil karya sampai selesai.

b. Faktor Kejiwaan/Pendidikan : faktor yang mengupas

penyimpangan-penyimpangan yang timbul pada masyarakat secara factual,

menampilkan suasana patriotism yang mewakili aspirasi masyarakat

tertindas.

c. Faktor Sosiologi : bentuk-bentuk kehidupan bersama manusia

dalam arti bukan hanya sebagai bagian dari alam saja, tetapi bentuk

kehidupan yang ada hubungannya dengan masyarakat dan budaya.

d. Faktor Ekonomi : peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat

sehubungan dengan peningkatan kemakmuran yang dapat memenuhi kebutuhan

jasmani dan rohani sehingga dapat meningkat harkat dan derajat

seseorang.

2) Unsur Ekstrinsik ( unsur yang berasal dari dalam karya sastra)

a. Tema adalah gagasan atau ide pokok yang menjiwai seluruh karangan.

b. Alur/plot adalah struktur penyusunan kejadian-kejadian yang

disebabkan oleh

pelaku-pelakunya serta

dipaparkan secara utuh dan suspentif,

sehingga tersusun suatu

cerita yang sistematis.

Jenis Alur : maju, mundur ( flash back), melingkar, absur, dan campuran

Tahapan Alur : pengenalan, pengungkapan masalah, menuju

konflik, ketegangan

, dan penyelesaian

c. Penokohan adalah bagaimana cara pengarang menggambarkan watak tokoh-

tokohnya dalam sebuah cerita.

Penokohan yang baik harus memenuhi kriteria tema dan amanat.

Tokoh dalam cerita terdiri atas ; protagonis, ( tokoh

utama/panutan) dan antagonis

( tokoh yang menyeramkan) sebaliknya dari protagonis.

d.Latar atau setting adalah waktu dan terjadinya suatu peristiwa

Jenis latar/setting : waktu, tempat, suasana, kejadian, suara/bunyi, rasa, dan

peristiwa.

e.Amanat adalah pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca.

f.Sudut pandang/point of vieuw adalah posisi pengarang dalam cerita.










3.




Jenis Sudut pandang :

? Pengarang terlibat langsung dalam cerita sebagai pemeran utama

atau sebagai orang pertama,

Pengarang berperan sebagai pelaku utama.

? Pengarang sebagai orang ketiga.

? Pengarang berada di luar cerita yang serba tahu atau sebagai

pengamat /peninjau yang menuturkan pengalaman dirinya atau orang

lain.

g.Suasana adalah penegasan daya pesona, warna dasar sebagai suatu kejadian yang

sebenarnya terjadi, atau sebagai pembicaraan

tokoh saja.

h.Gaya bahasa adalah cara khas pengungkapan seseorang pengarang dalam memilih

tema persoalan , meninjau persoalan

dan menceritakannya dalam

dalam sebuah cerita.

i.Imajinasi adalah pengangkatan situasi ke bidang pelukisan

yakni mendeskripsikan

sesuatu yang ada dalam pikiran melalui

bahasa, baik secara lahiriah ataupun

secara batiniah.




Puisi : menurut KBBI adalah gubahan dalam bahasa yang bentuknya

dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang

akan pengalaman dan membangkitkan tahapan khusus lewat penataan bunyi,

irama dan makna khusus

Puisi

1. Puisi Lama

2. Puisi Baru

3. Puisi Modern/Kontemporer




Jenis Puisi lama

1. Mantra adalah kata-kata yang mengandung unsure hikmat atau kekuatan gaib

Contoh : menyadap nira.

Assslamu'alaikum putrid satokong besar.

Yang beralun berilir si mayang.

mari kecil, kemari!

Mari seni, kemari !,

Mari halus, kemari!

Aku memaut lehermu.

Aku menyanggul rambutmu.

Aku membawa sadap gading.

Aku membasuh mukamu.

Sadap gading merancung kamu.

Kaca gading menadahkanmu

Kolam gading menanti di bawahmu

Bertepuk berkicar dalam kolam gading

Kolam bernama maharaja bersalin.

2. Bidal adalah pepatah, ungkapan, perumpamaan, tamzil ibarat, dan pemeo

a.pepatah adalah kiasan yang dinyatakan dengan kalimat selesai, tetapi

seolah-olah dipatah-patahkan yang dikiaskan sesuatu tentang keadaan

atau kelakuan seseorang.




























4.




Contoh :

- Air dari cucuran atap jatuhnya kepelimpahan juga

- Tong kosong nyaring bunyinya

b. ungkapan adalah kiasan tentang keadaan atau kelakuan seseorang dengan

sepatah kata.

Contoh : orang itu berhati jantan ( artinya berani)

c. Perumpamaan adalah kalimat yang mengungkapkan keadaan atau kelakuan

seseorang dengan mengambil perbandingan kata yang digunakan bagai, bak,

seperti,

Contoh:

-Bagai alur dengan tebing

-Bak merpati dua sejoli

-Seperti anjing dengan kucing

d.Tamzil/ibarat adalah kalimat yang mengungkapkan keadaan atau kelakuan

seseorang dengan mengambil perbandingan, tetapi ada bagian yang diiringi

dengan kalimat penjelas.

Contoh :

-Bagai kerakap tumbuh dibatu hidup segan mati tak mau.

e.Pemeo adalah kata-kata semangat yang mengandung dorongan semangat atau

ejekan.

Contoh :

-sekali merdeka, tetap merdeka!

-dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.

3. Pantun

a. Menurut isinya pantun dibedakan atas :

1. pantun anak-anak.

Contoh :Didisini kosong, disana kosong

Tak ada batang tembakau

Bukan saya berkata bohong

Ada katak memikul kerbau




2.pantun orang muda ( umumnya pantun berkasih-kasihan

Contoh : Eloh sungguh permata selam

Buatan dewa dari angkasa

Pahit sungguh rindukan bulan

Bulan tidak menimbang rasa




3.pantun orang tua (berisi nasihat, adat atau agama)

Contoh : Tangkap papan kayu bersegi

Riga-riga di Pulau angsa

Indah tampan karena budi

Tinggi bangsa karena basa.




4.pantun jenaka

Contoh : Sungguh baik asam belimbing

Tumbuh dekat pohon nangka

Sungguh elok berbini sumbing

Biar marah tertawa juga






















5.







5.pantun teka-teki

Contoh : Kalau puan puan cerana

Ambil gelas di dalam peti

Kalau Tuan bijak laksana

Binatang apa tanduk dikaki




b.Menurut bentuknya pantun dibedakan atas :

1.Pantun biasa

Contoh : sesuai dengan contoh pantun di atas

2.Pantun berkait/pantun berantai/seloka

Contoh :

Sarang garuda di pohon beringin

Buah kemuning di dalam puan

Sepucuk surat dilayangkan angin

Putih kuning sambutlah Tuan




3.Talibun adalah pantun yang terdiri dari enam baris.

Contoh :

Kalau anak pergi ke pekan

Yu beli belanak beli

Ikan panjang beli dahulu

Kalau anak pergi berjalan

Ibu cari sanak pun cari

Induk semang cari dahulu

4.Karmina atau pantun kilat adalah pantun yang hanya

terdiri atas dua kata baris

pertama sampiran baris kedua isi.

Contoh :

Gendang gendut tali kecapi

Kenyang perut senanglah hati.




Pinggan tak retak nasi tak dingin

Tuan tak hendak kami tak ingin




Sudah gaharu cendana pula

Sudah tahu bertanya pula

3.Syarat-syarat pantun terdiri atas :

a. terdiri atas empat baris

b.Tiap baris terdiri atas 8 sampai 10 suku kata

c. dua baris pertama sampiran dua baris beris berikut isi

d.lebih mementingkan rima akhir dan rumus rima ab-ab

Contoh :

Kalau ada sumur diladang a

Boleh kita menumpang mandi b

Kalau ada umur ku panjang a

Boleh kita berjumpa lagi b




Anak ikan dipanggang saja a

Hendak dipindang tiada berkunyit b

Anak orang dipandang saja a

Hendak dipinang tiada berduit b



















6.




4.Pengarang Pantun

1) Prof. Pinappel

2) Prof. Husein Djajadiningrat

3) Amir Hamzah

4) Prof. Ch. A. Van Ophuysen

5) Abdullah bin Abdulkadir Munsyi




4.Gurindam adalah bentuk puisi lama yang kurang popular yang berasal dari India

Contoh :

Kalau terpelihara mata,

Kuranglah cita-cita




Kalau terpelihara kuping

Kabar jahat tiada damping




Kurang piker kurang siasat

Tentu dirimu kelak tersesat

( Raja Ali Haji Gurindan XII)




Syarat Gurindam

1. Gurindan terdiri atas dua baris

2. Rumus rima akhir aa

3. Sempurna dengan dua baris saja

4. Baris pertama merupakan syarat, sedangkan baris kedua berisi akibat

5. Isi gurindan pada umumnya nasihat atau sindiran




5.Syair berasal dari bahasa Arab ( kata syuur) artinya perasaan

Contoh :

Berhentilah kisah raja Hindustan

Tersebutlah pula suatu perkataan

Abdul Hamid Syah Paduka Sultan

Duduklah Baginda bersuka-sukaan




Abdul Muluk putra baginda

Besarlah sudah bangsawan muda

Cantik majelis usulnya syahda

Tiga belas taun umurnya sudah




Parasnya elok amat sempurna

Patah majelis bijak laksana

Member hati bimbang gulana

Kasih kepadanya mulia dan hina




Syarat syair

1) Terdiri atas empat baris

2) Tiap baris terdiri atas 8 sampai 10 suku kata

3) Terdiri atas sampiran dan isi

4) Umumnya beruntun

5) Rima akhir /aaaa/ berirama rangkai



















7.




PUISI BARU




Puisi baru adalah puisi yang lahir dari tahun 1920 sampai dengan 1945

Bentuk-bentuk Puisi baru :

a) Distikon (sajak dua seuntai)

Contoh :

Hang Tuah

Bayu berpuput alun bergulung

Banyu direbut buih di bubung




Selat Malaka ombaknya memecah

Pukul –memukul belah membelah




Bahtera di tepuk buritan di landa

Penjajab dihantak haluan di tunda

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar